-->

Image Slider

Buatku yang Lebih Sedih dari Perceraian …

on
Wednesday, August 19, 2026

… adalah pernikahan yang tidak lagi diinginkan.


Lewat umur 35, teman yang cerai udah nggak terhitung lagi. Sana sini banyak sekali.


Udah mulai juga undangan datang atau info syukuran pernikahan kedua. Yang tetap bertahan sendirian karena trauma kapok pada pernikahan sebelumnya juga ada aja. Dan tentu semua tidak apa-apa. Tidak lebih salah ataupun lebih benar.


Good news, at least di lingkungan saya, banyak yang sebelum menikah tidak lagi terburu-buru seperti saat yang pertama. 


Sudah lebih paham kalau menikah itu bukan hanya dilamar lalu merasa “sudah jodohnya”. Sudah bukan lagi merasa pernikahan adalah romantisme dua jiwa menjadi satu. Sudah mengerti bahwa pernikahan adalah perkara jiwaku dan jiwamu dengan berbagai pengalaman di masa lalu, bisa mengkompromikan banyak hal untuk jadi sakinah bukan hanya bikin lelah.


Sakinah itu tenang btw. Tentram. Damai. Bikin hati nyaman bukan bikin gelisah.


Tentu, perceraian ini datang dengan berbagai cerita. Paling umum (dan paling bikin mual kalau ceritanya terlalu graphic) tentu saja perselingkuhan. Duh orang selingkuh macem-macem amat yah, dan you know, cerita selingkuh di usia 30-40-an tentu beda dengan cerita selingkuh masa kuliah. Dahlah nggak usah terlalu detail tapi intinya, ya setelah diselingkuhi wajar menurut saya pasangan minta cerai. Untuk apa bertahan berkomitmen dengan orang yang tidak bisa berkomitmen??


Kadang ikut sedihnya sampai kepikiran. Apalagi kalau yang cerai lumayan dekat, dari dapat kabar sampai besoknya suka masih menghela nafas dan bilang sama suami “sedih ya” (maklum, empath ahahahah). Padahal ya logika ini sih bilang “GA USAH SEDIHHH ORANGNYA LEGA ITUUU BISA LEPAS DARI PASANGAN SELINGKUH!” ya benar tapi tetap sedih kaya “hahhh sedih banget kok bisa dipikir baik-baik aja” (ya bisa hahahahahahaha)


Namun! Namun tiap kali dengar kisah cerai, saya selalu juga kepikiran cerita di sisi lainnya: Banyak orang yang udah nggak pengen nikah tapi juga nggak cerai. Bertahan menikah di pernikahan yang sudah tidak diinginkan. Ini nggak banyak sih tapi ada, dan kalau kebetulan dengar, jadinya lebih sedih dibanding dengar berita cerai.


Karena trigger cerainya kurang kuat gitu. Suami nggak selingkuh tapi nggak tertarik sama sekali sama urusan anak. Gimana ya rasanya struggling dengan semua masalah anak sendirian.


Atau nggak selingkuh, urus anak ok banget, tapi support emosi nol, fungsi support system sebagai suaminya nggak ada. Ayah yang baik tapi bukan suami yang baik. Dipikir-pikir ngapain nikah kalau sedih puk-pukin diri sendiri.


Atau suami yang nggak bisa diajak diskusi, ya udah tinggal serumah tapi nggak pernah ngobrol. Diajak ngobrol bilangnya “capek”, dikirim reels lucu nggak komen dan nggak bales kirim. Nikah tapi istri tetap kesepian. IH SEDIH KANNN.


Tetapi kalau dari POV mereka, masa gini aja cerai? Kaya receh banget, shay. Tapi bertahan nikah juga udah nggak pengen. Diajak ke konselor nggak mau karena pasangan ngerasa nggak ada masalah. Setan katanya menggoda manusia dengan hal-hal begini. Mati rasa. Hilang harmonis. Habis rasa untuk terus berusaha.


Duh. Sedih. Sedih. Sedih.


Tetapi sebagai pasangan yang komit bertumbuh bersama, cerita-cerita kaya gini tentu jadi pelajaran berharga. Tiap kali dengar orang dekat bercerai atau ada artis/selebgram cerai, ya kami review, apa ya yang bisa kita lakukan biar nggak kaya mereka? Cerai harus jadi topik sehari-hari. Dibahas kemungkinan penyebab, dibahas hal-hal apa yang tidak bisa ditoleransi lagi.


Ya tentu tidak ada jaminan kami juga akan menikah selamanya ya. We realize that things can change, people can change, and life can shift in a single second, but now we should do our best for this marriage.


Makanya ke konselor rutin, kalau ada big fight mending diem dulu dan langsung book konselor. Terus misal baru dapat slot minggu depan atau 2 minggu lagi pas kondisi udah baikan, TETEP DATENG. Jangan ngerasa karena masalah udah selesai terus jadi nggak butuh bantuan lagi.


Sering nih orang begini. Pas lagi berantem gede, booking psikolog pernikahan, eh terus baikan, ngerasa nggak butuh psikolog lagi. Di-cancel reservasinya. Padahal kalau menurut SAYA, kalau masing-masing udah nggak gampang ketrigger, berantemnya nggak akan jadi besar.


Berantem besar menandakan kamu masih ada masalah yang belum selesai. Yakin nggak masalahnya selesai dan nggak akan keulang lagi? Apa jangan-jangan ketimbun doang itu. Kedistraksi sama kesibukan. Psikolog bantu untuk memetakan masalah dan bantu cari solusi biar nggak keulang lagi.


This marriage is sooo expensive, yet it’s worth the counselor's price per hour hahahahahah


Terus juga harus punya goal bersama! Apa sih goal bersama kalian? Saya dan suami sedang suka olahraga, kami gym dan lari bareng. Pengen umroh. Pengen haji lagi HAHA. Pengen punya duit sekian M. Mimpi-mimpi yang jalan sebagai SUAMI ISTRI bukan sebagai orang tua itu penting banget untuk bisa tetap sadar kalau kita tuh pasangan lho, bukan cuma bareng-bareng serumah urus anak doang.


Jadi begitulah. Tulisan ini hadir karena baru dengar lagi satu kawan yang memutuskan bercerai. We wish them the best for their new chapter. 


"The bad news is nothing lasts forever, the good news is nothing lasts forever." — J. Cole


:)))


-ast-





2025

on
Tuesday, February 3, 2026


APA-APAAN UDAH FEBRUARI AJAAA. Belum nulis apa yang terjadi di 2025 padahal blog ini hadir kan hanya untuk rekap tahunan lol

2025 katanya tahun yang memuakkan bagi banyak orang ya. Aku jalaninnya sebenernya kaya biasa aja, karena yaa masih bersyukur bisa hidup nyaman, sehat dan nggak sakit parah.

Bener-bener bare minimum lah rasa syukur tinggal di negara bobrok begini. Karena ya gimanaa, segala yang terjadi sama negara kita di 2025 itu emang udah nggak ngagetin lagi kan sebagai WNI.

Dan ketika dikulik secara personal (halahhh) ternyata iya juga tahun 2025 kemarin aku lumayan ada ada aja sih.

Ada satu project yang aku semangatt banget ngerjainnya, tapi dia butuh bantuan orang untuk bikin sesuatu (yha males jelasin) intinya aku udah bayar 50% terus orangnya ngilang, ngakak banget bisa-bisanya di-ghosting sayaaa. Duit nggak kecil, belasan juta. Tapi ya udalah, bukan rezekiku.

Ada lagi satu kerja sama, mereka yang nawarin duluan untuk kerja sama collab semi barter. Jadi aku bayar setengah, sisanya ditukar exposure di IG.

Lahh terus dragging juga lamaaa banget sampai 4 bulan nggak kelar-kelar. Aku yang harus tagih-tagih sampai aku memutuskan untuk stop. TETAPIII karena udah ada pekerjaan yang selesai dari pihak mereka, aku bayar aja deh daripada aku harus maksain collab di IG padahal mereka kerjanya lama.

Bingung, tadinya mau diskon malah jadi bayar AHAHHAHAHAHAHAHAHAHA ADA ADA AJAAA. 

Dan segala “ada ada aja” itu didukung oleh penghasilan yang menurun karena ya ekonomi emang lagi nggak bagus ya. Meski nulis begini aja malu karena iya turun, tapi kan masih bisa nabung, aset masih nambah, jadi masih nggak apa-apa banget harusnya. Hidup masih baik-baik aja.

Plus bersyukurrr karena sekarang punya 2 orang tim full time yang bantuin aku ngonten di YouTube! Untuk pertama kalinya aku seserius ini di YouTube dan ternyata works ya kalau dikerjain. Selama ini TIDAK WORKS KARENA TIDAK DIKERJAIN HAHAHA

Bener-bener bersyukur karena aku belajar banyak dari YouTube ini. Ketemu banyak banget narsum-narsum yang insightful. YouTube jadi satu-satunya konten yang aku buat murni karena aku mau belajar dan cari insight. Makanya namanya Senalar, artinya tuh Senang Belajar. Karena di platform lain kan angle-ku tuh selalu AKU yang kasih insight ya, jadi refreshing banget ngerjain konten dalam bentuk lain.

Belajar juga bahwa followers banyak di platform lain itu nggak jaminan mereka akan banyak subscribers juga di YouTube. YouTube is a whole different game. Penontonnya beda. Mau konsisten juga level of consistency-nya beda karena widih bikin long form video ini CAPEK POL. Kalau nggak dibantu sih kayanya burnout.

Itu baru urusan duit dan kerjaan.

Urusan diri sendiri senang banget juga nemu PT dan gym yang nyaman jadi 6 bulan rutin banget ngegym. Medical checkup hasilnya nggak buruk, ke obgyn akhirnya bisa lepas obat buat endometriosis, dan yaa bersyukur bisa banyak prioritasin diri sendiri tahun ini. Belajar nimbang makanan, mencukupi protein, lebih mindful sama apa yang dimakan.

Seneng juga karena ngegym berdua JG itu artinya males berdua tapi dateng berdua. Sama-sama menghela nafas di mobil sebelum turun dan “duh ngapain kita di sini, mending tidur nggak sih” tapi sama-sama turun dari mobil, sama-sama ngeluh, sama-sama ya udalah emang harus gym anyway kannn. Iya JG juga NGELUH BANGET KOKK kalau di gym, bukan aku doang ya! 😂

Speaking of JG, karena berbagai tension (tensionnnn) di tahun ini, kami sempat ke psikolog pernikahan lagi sekali. Cukup darderdor berteriak dan marah-marah tapi abis itu udah.

Ternyata setelah hampir 13 tahun nikah ini, buat kami ada hal-hal yang emang cuma butuh marah-marah diwasitin (sama psikolog) terus abis itu jadi lebih gampang komunikasinya di rumah

Soalnya kalau nggak ada wasitnya, yang ada saling motong omongan satu sama lain dan nggak kelar kan. Begitu ada wasitnya, ya udah semua omongan keluar, tidak terpotong, dikasih insight, dikasih pertanyaan reflektif, kelar deh masalahnya.

Sangat sangat helpful menurutku.

Kalau tentang Bebe, wah mulai dari mana ya hahahahaha

Banyak banget yang terjadi sama Bebe di Y6 ini. Dari ruwet survey SMP sampai akhirnya sudah lunas bayar SMP (yang subscribe aku di IG tahu persis ceritanya). Memutuskan memilih SMP yang nggak formal, semi homeschooling padahal sebelumnya udah fix mau masuk sekolah inter lagi. Perjalanan yang sama pulaaa, bolak-balik ke psikolog untuk cari insight. Ya syukurlah udah lewat masa-masa galaunya.

Plus kami akhirnya liburan dalam negeri! Hampir 3 minggu di Sumatera Utara dan suka banget lohhh!

Nginep di villanya Nicholas Saputra yang mana kami TIDAK TAHU itu punyanya Nico. Kulineran, main jetski di Samosir, ah parah serulah pokoknyaaa. Jadi wishlist pengen keliling Indonesia banget! Karena setelah ke Jepang, nggak nafsu ke luar negeri lagi selain Jepang. Capek, dikit-dikit cek tiket Jepang HAHAHA.

Demikian sih itu aja kayanya ya. Bersyukur dikasih kesehatan, rezeki, hidup tenang dan nyaman. Semoga selalu bisa lancar rezeki, dimudahkan usaha-usahanya, dan tenang lahir batin. Ini doa buat kamu juga, ayo aamiin sama-sama!

-ast-





2024

on
Thursday, January 16, 2025


Makin sini makin lama nulis review tahunan tapi teteppp memaksakan diri karena seru banget kalau dibaca lagi :’))))


2024 ini hidup kami alhamdulillah smooth banget, udah nggak dhuardhuardhuar, jalanin aja. Banyak yang terjadi, nggak mikirin yang ilang, karena kaya sehat aja udah alhamdulillah???


Kami sehat, nggak ada yang sakit sampai dirawat di rumah sakit, itu aja tuh udah kaya berkah banget sih buatku karena sakit itu nggak enak, ngurus anak dan suami sakit itu NGGAK ENAK BANGET. Jadi sehat aja udah bersyukur sekaliii. JG sempet sih ke psikiater lagi tapi nggak separah dulu jadi udah bisa handle sendiri, bikin jadwal ke dokter sendiri. 


2024 juga diawali dengan daftar gym untuk pertama kalinya seumur hidup dan kemudian konsisten banget dijalanin seminggu 2x. Bisa dibilang nggak bolos selama … 6 bulan. Abis itu PT kami resign dan mulailah gym kami nggak serajin sebelumnya. Udah coba PT baru, nggak cocok dan ternyata sengaruh itu ya sama motivasi. Tetep dateng cuma karena sayang deh ada membership, cuma ya hasilnya beda banget sama kaya waktu pake PT.


Yoga masih lanjut seminggu sekali, hidup sehat masih lanjut, meski misal nggak ke gym pun masih maksain weight training di rumah. Makan masih mindful sama gula, tepung, dan gorengan. Dan karena ini juga ini jadi tahun pertamaku nggak dikit-dikit ngeluh asam lambung lol.


Kangeennn banget mie ayam tapi sekarang ngebayanginnya aja udah mikir perut bloated jadi nggak usah juga nggak apa-apa. Udah bisa cuma makan cimol sebiji aja nggak lagi craving pertepungan, udah jauh lebih mudah. Karena ternyata nggak jajan siomay atau batagor itu BISA. Nggak makan tepung itu BISA. Opsi makanan tuh BANYAK. Dan enak-enak aja kok, nggak berarti jadi sulit makan atau jadi malah nggak jajan.


Masih di topik olahraga, akhirnya coba cabor baru yaituuuu lari. Awalnya kaya mau iseng lari ah buat ngilangin lemak perut. Karena lemak perut ini bandel banget, bagian tubuh lain udah kurus, ni perut gede sendirian. Jadi mikir harus tambah cardio gitu. Baru latihan sebulanan, di CFD ketemu temenku ngajakin fun run 6k. HALOHHH BISA NGGAK YAAAA.


Bukan aku namanya kalau ditantangin lalu nyerah HAHA. Lalu aku jebloskanlah 2 temenku Ajeng dan mbak Sinta untuk daftar juga. YA AKU DAFTARIN SUPAYA MEREKA NGGAK KABUR LOL. Abis itu ngomong di group keluarga, ngajakin ibu dan adik-adik. Done. Latihan jadi ada targetnya.


Fun run 6k dijalani dengan … PERSONAL BEST DONG MASA ENGGA HAHAHAHA. Finish dengan pace lebih cepat pada saat latihan. Dan tentu sajaaa tahun ini langsung daftar 10k dengan niatan ingin akhir tahun bisa half marathon lol ambisiussss.


Kemudiannn kalau dari kerjaan, alhamdulillah juga lancar, banyak project yang dirasa “ah nggak bakalan jadi” terus jadi dong! Dan dari project yang rasanya nggak bakal jadi itu jadi banyak nazar lol MANUSIAAAA. Kalau project ini jalan, aku akan A. Kalau project itu jalan, aku akan B. Ya alhamdulillah project jalan, nazar terjalani yahh.


Tahun ini juga pertama kali road show huhu seneng banget ketemu kamu yang di luar Jakarta??? Karena keseharianku kan dari kantor ke kantor dan banyakan ya area Jabodetabek aja ya, nggak pernah jauh-jauh sampai ke luar kota untuk ketemu di public event gitu. Thank you @salingjaga.kitabisa!


Yang belum terjalani adalah launching ebook. Orang kok bikin ebook pada cepet-cepet amat yah. Somehow aku ngerasa orang nulis ebook itu dengan effort di bawah buku biasa. Lah aku kok effortnya sama aja ya? Nulisnya tetep serius, tetep pengen kasih referensi yang ok. Nggak kelar-kelar coba dari bulan Agustus. Tapi nggak apa-apa. Nggak kelar pertanda emang bukan prioritas ahahaha. Semoga tahun ini bisa selesai ya!


JG juga udah selesai kuliah play therapy, nggak kerasa cepet banget ya. Kayanya baru kemarin nge-tweet dia mau kuliah play therapy. Itu ternyata udah 2 tahun lalu loh! Januari ini dia mulai clinical hours alias praktek sebagai trainee. Dan karena udah mulai praktek jadi terancam apaaa? Terancam nggak bisa liburan lama-lama karena masa iya klien ditinggal sebulan?


Speaking of liburan, tahun ini kalau ditotal aku sendiri liburan hampir 2 bulan loh hahahaha. Di Jepang 6 minggu, di Korea seminggu, umroh 9 hari. Dan Jepang sih biang kerok segala destinasi wisata, jadi nggak kepikiran untuk liburan ke negara lain karena pengen balik lagi ke Jepang. 


Buatku ini trigger banget buat cari duit lebih banyak sehinggaaaa dalam setahun maunya liburannya 2 bulan. Sebulan di Jepang, sebulan di negara lain HAHA. Harus bekerja apa lagi ya aku :’))))


Ni perkara Jepang ya padahal JG pas udah siap pergi aja masih “ah aku nggak suka Jepang” jutaan kali. Taunyaaa betah banget karena banyak thrift store. Pergi sendiri seniat itu untuk thrifting meski banyakan ya liat liat aja. Xylo juga sama “aku cuma mau ke Pokemon Center” YHAAA sampai detik ini masih “kapan ya bu kita ke Jepang lagi”. KAPAN DONG. Ayo kita nyangkul dulu!


Apa lagi ya yang terjadi tahun ini? Nggak inget karena rasanya cepet banget. 


Kalau Bebe, Bebe kelas 5, banyak yang terjadi di sekolah sampai kami memutuskan ganti target sekolah SMP nya. Survey ulang pake goals dan mindset baru. Ganti target, jadi punya Math tutor, intens komunikasi sama guru, karena yaa beda banget ya punya anak kelas 1-3 SD sama anak kelas 4-6 SD tuh. Cuma ya too personal dan entah boleh diceritain apa nggak sama anaknya jadi nggak cerita deh aku lol.


Udah sih itu ajaa. Yuk yang kantornya mau workshop keuangan bareng aku, chat managerku +6281298875074 (Tara) yaa (TETEP JUALAN HAHA). See you next year!


-ast-







2023

on
Wednesday, January 10, 2024


Apa-apaan ini kok tiba-tiba udah tanggal 10 aja. Belum nulis rekap 2023!


Blogpost ini penting untuk saya sebagai refleksi perjalanan satu tahun. Iya, buat diri sendiri aja kok, untuk dibaca lagi akhir tahun depan, dan betapa seharusnya saya bisa lebih banyak bersyukur. 


Gila ya udah umur segini tetep wey harus diingetin perkara bersyukur (or at least mengingatkan diri sendiri) karena ya banyak hal yang bisa disyukuri. Ngomong gini karena tadi pagi kami bikin podcast dan seperti biasa kan itu podcast unscripted ya. Temanya highlight 2023 dan wah banyak yang nggak saya bahas ternyata. 


Jadi tadi pas ngobrol rasanya ya hidup gitu-gitu aja, yang dibahas itu-itu aja, tapi setelah dipikir lagi, cukup roller coaster. Naik turun dan salah satu penyebabnya: Play therapy.


Iya saya ISENG play therapy atau creative art therapy. Itu emosi diacak-acak ya, value hidup dipikirin ulang, hal-hal dari masa lalu keinget, nangis, marah-marah. Singkatnya: NYARI MASALAH HAHAHA. 


Nyari masalah karena sebenernya hidup kami alhamdulillah nggak gitu ada masalah. Saya play therapy niatnya IMPROVING hidup yang mana improve mah pake channel-channel YouTube tentang productivity aja kali, nggak usah sampai menyelami masa lalu segala. Karena jadinya mood berantakan, hal-hal yang nggak perlu dibahas kok ya jadi terbahas, jadi aja ada masalah HAHAHA Saya banyak cerita di ruang terapi, ngobrol, menggambar, bikin art, dan ternyata di luar ruang terapi pun emosinya jadi terasa cukup intens. 


Bisa tiba-tiba nangis, bisa tiba-tiba keinget sesuatu terus jadi marah sama JG, padahal biasanya nggak begitu. Wajar katanya karena art therapy itu “membuka” tabir (halah) diri kita yang kita simpan, mungkin kita lupakan, tapi nggak pernah hilang dan jadi bagian diri kita. Kadang penting untuk dibuat muncul ke permukaan KALAU memang menjadi masalah di keseharian. Misal sering otomatis bentak anak atau sering marah tanpa sebab. TAPI SAYA KAN NGGAK BEGITU. Di keseharian nggak ada masalah, ini malah dibuka-buka. 


Pelajaran yang didapat dari play therapy (dan juga diingatkan lagi oleh konselor pernikahan kami): Nggak usah terapi kalau ngerasa nggak ada masalah.


Sebaliknya juga, orang yang kita lihat ada masalah tapi dirinya sendiri nggak menganggap itu sebuah masalah, akan sulit memecahkan atau menemukan solusi dari masalahnya. Yaiya, lah dia aja nggak tau dia bermasalah???


RUWET YA OK SKIP.


Highlight tahun ini (dan jadi satu hal yang saya banggakan, jadi kalau kamu bosan ya udah biar HAHA) adalah Europe trip. Satu bulan di Eropa. Nggak keliling juga sih karena ya nggak tau mau ke negara mana lagi? Kami kurang adventurous, jadi ketika memutuskan ke Eropa tujuan kami bersama adalah Legoland ya tentu saja karena sesuka itu sama Lego. Maka tujuan pertama ya Denmark plus sekalian ke rumah bude saya yang udah >30 tahun di sana. 


Abis itu ya diskusi, mau ke mana lagi? JG dan Bebe mau stadium tour, ok. Saya mau ke Disneyland, ok. Karena Bebe saat itu sukanya PSG, maka sudah pasti ke Paris. Dan karena JG dari kecil sukanya AS Roma, maka kami ke Roma. UDAH. Orang biasanya ke Belanda, kita ngapain ke Belanda? Nggak tau, skip. Orang kalau ke Italia biasanya belanja ke Milan, emang kami mau belanja? Nggak juga ok skip.


Fun fact: Kami bahkan nggak piknik di Eiffel kaya orang-orang karena ngapain ya, Paris ternyata rada overrated. Kotanya ya sisa penjajahan Roma aja, nggak secantik Roma. Harusnya kami ke Paris dulu baru Roma kayanya sih. Kemarin ke Roma dulu yang tiap belokan super duper pretty jadi pas ke Paris oh ya udah selayaknya kota di Eropa aja.


But well, financially it was a financial goal well spent. Rada shock liat totalnya, meski disiapin, tapi kan tetep ya keluarnya dikit-dikit. Jadi pas rekap waaa ini sebabnya tahun ini aset kami nggak gitu nambah banyak. Karena ya pergi pas summer, tiket pesawat mahal, tujuan pertama Denmark pula di mana sekali makan di restoran berempat itu bisa Rp 4juta lol.


Tapi seneng banget loh. Seseneng itu :’)) Di keluarga, saya orang pertama yang liburan ke Eropa. Ayah pernah dulu tapi ya kerja dan itu pun cuma ke 1 negara aja. Bude emang dari dulu kerja di sana. Ada sepupu dulu pernah exchange ke Jerman, tapi ya bukan liburan. Ini kami liburan, sebulan pula, shock banget karena nggak ada penghasilan kan tuh sebulan jadinya. But we made it. HUAAA. Bersyukur sekali. Alhamdulillah.


Karena keluarnya lumayan gede, saya nyeletuk tuh sama mbawin. “Aku mau liburan lagi deh tapi rada sayang uangnya”. Dengan bijaknya dia jawab “ya mendinglah cuma mikirin uang, nggak perlu mikirin waktu”. WAH NGGAK GINI MAINNYA HAHAHA. Langsung booking lagi tiket liburan untuk summer tahun ini. Doakan lancar. Ada yang bisa tebak kami mau ke mana tahun ini?


Dan liburan ini ternyata berbuntut ingin … les bahasa Prancis hahahaha.


Meski Paris ya gitu aja, kami ternyata terkesan sekali dengan bahasanya. Kok bisa ada orang baca tulisan dan kami nggak nangkep dia ngomong apa? Jadilah dari Oktober 2023 kami belajar bahasa Prancis. Setelah bertahun-tahun belajarnya berhubungan sama karier ya, 2020-2022 tuh semua berhubungan dengan finansial/coaching kan. Tahun ini belajar random aja, TAPI SERIUS. Pengen ambil ujian, pengen serius aja belajar biar bisa :’)


Kalau dilanjutin terus, tahun ini harusnya bisa loh sampai level B2, bisa ngelamar kerja di sana HAHAHAHA. Meski niatnya mah YA NGGAK MAU KERJA LAGI LAH UDAH. Pengennya uang cukup jadi pensiun aja jalan-jalan ya kannn.


Itu as a family ya, as a mom, highlight tahun ini adalah belajar bareng Bebe. Bebe diminta latihan perkalian di rumah dan ya ok ibu temenin. Itu kami TIAP HARI latihan di rumah tanpa putus bahkan di saat weekend.


Pengalaman belajar saya waktu kecil ternyata nggak traumatis sehingga nggak triggering apapun saat perlu ngajarin Bebe. Lancar aja. Udah berapa bulan nih belum ada adegan marah atau bentakan sama sekali. Alhamdulillah.


Ya kan harus banyak bersyukur!


Meski 2024 ini cobaan sakitnya lumayan banyak! Cuma kami jarang posting aja kan ya kalau lagi sakit cuma weh saya bolak-balik obgyn mulu (nggak hamil guys cuma ya ada sedikit hal yang harus diberesin), JG bisa-bisanya GIGINYA banyak perkara. Capslock soalnya gigi dia tuh nggak pernah bermasalah. Biasanya gigi saya bermasalah, ini dia yang bolak-balik perkara gigi. Bebe juga sakit-sakit terus dan memutuskan operasi amandel lalu alhamdulillah jadi nggak sakit lagi.


Cuma jadinya hampir tiap bulan ada aja gitu ke rumah sakit. Boncos tapi tetep, alhamdulillah pas perlu ke rumah sakit, pas ada uangnya jadi nggak perlu jadi utang. 


Semoga 2024 ramah-ramah sama kami ya! Target tercapai, sehat selalu, kerjaan lancar, liburan lancar. AAMIIN!





Rekomendasi AC Sehat untuk Keluarga

on
Monday, March 20, 2023



Dateng-dateng ngomongin rekomendasi AC sehat, itulah aku :’)))

Soalnya aku punya kisah perjalanan panjang yang (menurutku) seru banget HAHAHA. Karena aku baru ngerasain AC itu setelah tinggal di Jakarta 3 tahun.


Yes, sebagai anak Bandung waktu Bandung masih dingin, di rumah Bandung ya nggak ngerasa perlu AC lah. Jendela dibuka aja kamar bisa dingin kok. Pas kemudian kerja di Jakarta, BARU TAU astaga di Jakarta tuh kalau buka jendela MALAH MAKIN PANAS YA. Nggak betah banget di kost, mana kostnya seuprit, kecil banget. Pengap dan keringetan sampai rasanya aku mandi terus kalau weekend.


Apakah lalu aku pasang AC? OH TENTU TYDACK. Yang ada, aku malah jarang di kost HAHAHA. Mending di kantor atau di mall sekalian deh, jelas ngadem. Masuk ATM aja bahagia ya di zaman itu karena ATM kan dingin :’)))


Long story short, pindah kerja, lalu pindah kost dengan AC, tapi nggak pernah aku nyalain karena listriknya pake token dan bayar sendiri (pelit banget asli) dan nikah. Nikah, pindah ke rumah kontrakan yang lebih luas, apakah punya AC? NGGAK. Nggak tau gimana tuh dulu bisa survive berdua tanpa AC. Sampai akhirnya hamil. SEMUA BERUBAH.


Bun, hamil 7 bulan tuh kan hidup serba salah ya. Mau nggak kerja kok gabut, mau kerja kok sakit badan. Tidur udah nggak bisa banyak gerak, nggak tidur juga ngantuk. Kaki suka kram tengah malem, bayi nendangin mulu, jalan aja udah berat. INI LAGI KAMAR NGGAK PAKE AC. Panasnya tuh bikin cranky lahir batin.


Sampai aku di titik ngamuk sama JG, “pokoknya pulang kantor malam ini aku mau pasang AC!” weh serem. Pulang kerja beli AC satset, tukang AC dateng ke rumah satset pasang. EH PIPANYA KURANG PANJANG HAHAHA. TOKONYA UDAH TUTUP HAHAHAHA. Gagal tidur pake AC malem itu :’))))


Tapi ya udah, drama selesai, AC kepasang dan sejak saat itu nggak bisa hidup tanpa AC lagi. Manusia adaptasinya emang jago banget ya. Dan catet, AC pertama kami itu adalah Panasonic. Direkomenin sama toko elektroniknya. Kami iya iya aja padahal waktu itu nggak gitu paham juga perkara AC ini.


5 tahun kemudian pindah ke apartemen, AC di unit apartemen juga Panasonic. Mikirnya oh kebetulan aja ya ni orang-orang pake Panasonic juga. 3 tahun kemudian pindah ke rumah yang sekarang, yang jauh lebih besar, LAH SEMUA ACNYA PANASONIC DONG :’)))


Dari tidak punya AC, sampai punya 1 AC, sampai sekarang di rumah ada 5 AC (2 kamar, 2 studio, 1 ruang keluarga) 4 AC nya adalah Panasonic. Kemarin aku bikin studio kedua di garasi, pake AC apa? YA PANASONIC JUGA :’)))


Hampir semua tukang AC nyaraninnya Panasonic. Soalnya awet dan termasuk AC hemat listrik. Malah katanya bisa hemat listrik sampai Rp 1juta per tahun loh. Apa iya?


Menurut aku iya. Karena dulu ya sebelum listrik untuk rumah di atas 3.500 VA naik, aku bayar listrik itu nggak jauh beda sama apartemen bayar listrik dan air (di apartemen tuh tagihan WE, Water Electricity digabung jadi nggak tau listriknya doang berapa).


Padahal AC nya jadi banyak, rumahnya lebih luas, tapi bayar listrik bisa dibilang segitu-gitu aja jadi emang beneran hemat. Soalnya orang suka shock pas aku bilang di rumahku AC nya ada 5, mereka nyangkanya listriknya akan 5 kali lipat dari rumah yang AC nya 1. NGGAK JUGAAA. Tergantung gimana kamu pake AC nya dan tergantung AC yang dipakenya, hemat listrik apa nggak.


Makanya aku seneng banget deh karena bisa nyoba AC Panasonic CS/CU-XPU5XKJ. Yeay AC baruuuu! Bagus banget desainnya minimalis dan ternyata bukan ternyata ini bukan cuma AC yang bisa bikin ruangan dingin, kontrol suhu, dan kelembapan. Tapi banyak fitur lainnya juga!


 

 

Teknologi nanoe™ X dari Panasonic untuk Quality Air for Life


AC ini pakai teknologi nanoe™ X ini apa sih? Teknologi nanoe™ X dari Panasonic ini dikenal sebagai perangkat pemurni udara yang menghasilkan radikal OH yang terbukti efektif menghambat pertumbuhan bakteri, allergen, dan jamur. dan terbukti aman terhadap asma dan alergi.


Dia bisa secara aktif mengisi seluruh ruangan dengan OH radikal yang melawan partikel berbahaya. Kerennya lagi, nanoe™ X ini juga efektif menembus ke dalam serat kain karena ukurannya yang lebih kecil dari tetesan uap. nanoe™ X ini juga bekerja permukaan dan efektif menghilangkan bau.


 

Laluuu, karena sekeluarga belum pernah kena Covid dan ternyata AC Panasonic dengan nanoe™ X ini bisa juga menghambat penyebaran Corona virus! Jadi cocok banget buat jagain keluarga di rumah. Dari hasil uji, nanoe™ X 99.99% bisa menghambat penyebaran Coronavirus! Jadi dia konsepnya emang AC 2 IN 1 (AC+ Air Purifier).


Dan serunya, fitur nanoe™ X ini bisa tetep aktif meski AC dalam keadaan tidak menyala dan hanya mengonsumsi listrik sebesar 25 watt aja!


Di Jepang, teknologi nanoe™ X ini bukan hanya dipakai di rumah atau di kantor, tapi dipakai juga untuk di transportasi publik, dan mobil seperti Toyota Lexus, Suzuki, Mazda, dan Subaru. 


Bersih terus udara di sekitar kita! Worry free banget deh jadinya!


Selain itu, dia juga mempertahankan sirkulasi udara dalam ruangan dengan meminimalkan CO dan VOCs untuk menjaga seluruh ruangan tetap segar. Memastikan hanya udara segar dan bersih yang masuk ke ruangan jadi nggak pengap.



Aku udah coba AC ini dan cepet dingin untuk ukuran AC ½ PK dengan size ruangan sekitar 6x3m. Cuma beberapa menit aja dinginnya udah berasa banget di suhu 20°C. Padahal kalau aku googling, ruanganku ini cocoknya menggunakan AC 1 PK.


Terus kan aku pasang di ruangan yang ada tangganya, sampai tangga bawah masih kerasa banget dingin!


Dan ~surprisingly~ beneran mengurangi bau! Bener-bener bukan gimmick HAHAHA (anaknya suka skeptis). Bau makanan yang suka nempel lama gitu (alias mulek kalau kata orang Sunda) bisa gone seketika. Tapi ajaibnya dia gak menghilangkan wangi reed diffuser duh MAGIC???


Otomatis wangi pel lantai juga jadi cepet ilang. Tapi nggak apa-apa bangettt. Minor lah ya itu, siapa juga mau nyiumin bau lantai HAHA.

 

 

Dan ternyata, hemat listrik itu bukan perasaanku aja tapi AC Panasonic emang punya ECO Mode yang bisa membatasi konsumsi listrik dalam 2 level 80 dan 50% dari watt maksimum, jadi bisa dipakai barengan dengan barang elektronik lainnya tanpa takut listrik di rumah tiba-tiba mati.


Terusss, udah canggih banget karena fitur Comfort Cloud, fitur di mana kamu bisa kontrol AC kamu dari jarak jauh cuma pakai HP aja. Keren kan! Live your best with Panasonic AC!